.

.
.

Saturday, 13 May 2017

Aksi Seribu Lilin Jambi Cinto Damai

Jambi, Sabtu 13 Mei 2017 Malam. FB
BERITAKU-Ribuan warga Kota Jambi menggelar aksi damai menjaga persatuan NKRI dengan menyalakan ribuan lilin di Tugu Monas Taman Jomblo Kotabaru, Kota Jambi Sabtu (13/5/2017) malam.

Peserta aksi menggunakan pakaian dominan berwarna merah dan hitam. Mereka menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk persatuan Indonesia. Aksi tersebut dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, menjunjung Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, serta ketegasan NKRI harga mati.(Baca: Posting Foto Bertuliskan "Selamat Ahok Dipenjara 2 Tahun" Suami Istri Ini Dihujat Habis di Sosmed)

“Aksi ini terjadi secara spontanitas, saya bersyukur animo masyarakat yang datang. Dari berbagai agama, dan beragam suku semua berkumpul menyerukan persatuan Indonesia,” kata Mirna, seorang peserta aksi saat ditemui di Tugu Monas Kotabaru Jambi diselasela aksi.

Menurut Mirna, awalnya banyak yang salah paham mengenai aksi tersebut. Ada yang mengira, panitia menggelar aksi simpatik untuk Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang divonis dua tahun dalam kasus penodaan agama.

“Kita bukan orasi untuk Ahok, sekali lagi ini aksi untuk Indonesia bukan Ahok. Tapi aksi yang kami gelar adalah untuk Indonesia yang damai,” jelas dia.

Alasan menggunakan pakaian berwarna merah adalah untuk menegaskan warga Jambi berani melawan paham radikalisme. Sedangkan warna hitam melambangkan kekecewaan terhadap matinya sistem peradilan hukum di Indonesia.

Acara dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir pukul 20.00 WIB. Jumlah lilin yang dinyalakan tidak kurang dari 1000. “Untuk lilin, kami bawa sendiri dan ada juga dari teman-teman. Setelah itu kami langsung bersih-bersih,” ujar Mirna.

Polisi juga melakukan pengawalan pada aksi Lilin tersebut. Usai aksi lilin, sekelompok massa berbaju serba putih juga datang di tempat dilaksanakannya aksi damai tersebut. Situasi kondunsif dan terkendali hingga aksi damai usai.

“Seribu lilin Jambi Cinto Damai. Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Indonesia beraga suku, agama, ras dan budaya, tertuang pada sila ke lima Pancasila. Jaga persatuan Indonesia, dan jangan saling memecah belah. Aksi ini merupakan aksi damai untuk Indonesia yang berkedaulatan,” demikian slogan-slogan saat aksi damai itu. (JP-Asenk Lee)
Aksi Lilin Untuk Indonesia Damai, NKRI Harga Mati.


Aksi Lilin Untuk Indonesia Damai, NKRI Harga Mati.


Aksi Lilin Untuk Indonesia Damai, NKRI Harga Mati.


Aksi Lilin Untuk Indonesia Damai, NKRI Harga Mati.



Aksi Lilin Untuk Indonesia Damai, NKRI Harga Mati.

 


Jambi, Sabtu 13 Mei 2017 Malam. FB


Jambi, Sabtu 13 Mei 2017 Malam. FB

Jambi, Sabtu 13 Mei 2017 Malam. FB


NTT

Samarinda

Surabaya



Wednesday, 10 May 2017

Pria Ini Botak Kepanya Sebagai Wujud Keprihatinan untuk Ahok


BeritaSimalungun.com-Sebagai Rasa Keprihatinan Saya Melihat Situasi Apa yang Dihadapi AHOK Dalam Persidangan (Vonis 2 Tahun Penjara) dan Ditahan di Rutan Cipinang.Malam Ini (Selasa 9 Mei 2017) Saya Memangkas Rambut Saya Hingga Botak ( Setengah Centi Meter) dan mengenakan kaos hitam. Ini Saya Lakukan Sebagai Rasa "Turut Berdukacita" Atas Matinya Rasa Keadilan di Negeri Ini. (Asenk Lee Saragih)

Tuesday, 9 May 2017

Saman SPt(Jek TV) Terpilih Sebagai Ketua PWI Provinsi Jambi

Saman SPt (kiri), H Ridwan Agus (Ketua Panpel-tengah) Mukhtadi Putra Nusa (kanan). Foto Jampos Asenk Lee.
Jambipos Online, Jambi-Saman Spt terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi Periode 2017-2022 dalam Konferensi Provinsi (Konfrenprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi di Novita Hotel Jambi, Minggu (7/5/2017) sore. (Baca: Zumi-Zola-ajak-pwi-perangi-berita-hoax)

Saman memperoleh 67 suara dan rivalnya Muhtadi Putera Nusa (MPN) meraih 57 suara dan 2 suara tidak sah. Jumlah pemilih 126 peserta. Proses pemilihan berjalan dengan demokratis. (Baca: Zola Dukung Pelaksanaan UKW Oleh PWI)

Sebelum pemilihan keduanya diberikan kesempatan menyampaikan Visi dan Misi singkat untuk kemajuan PWI Jambi kedepan. Keduanya berprinsip bersama anggota PWI Jambi sejahtera dan menyatu. Kedua calon (Saman-MPN) merupakan wartawan media dari Group Jawa Pos. 

Saman merupakan General Manajer Jek TV Jambi dan MPN merupakan Pimred Jambi TV. Dari catatan Jambipos Online, Saman sejak dua tahun terakhir sudah berkomitmen ingin maju sebagai Ketua PWI Jambi. Sementara MPN dua bulan jelang Konfrenprov PWI Jambi menyatakan sikap untuk maju sebagai calon Ketua PWI Jambi. 

Saman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris PWI Provinsi Jambi mendampingi Ketua PWI Jmabi Drs Mursid Sonsang. Saman juga berjanji membawa PWI Jambi untuk lebih maju lagi bersama seluruh anggota tanpa terkecuali. 

Pada kesempatan itu Muhtadi Putera Nusa dengan legowo menerima kekalahan dan mengucapkan selamat atas terpilihnya Saman sebagai Ketua PWI Jambi. Hal senada juga diucapkan Ketua Demisioner PWI Jambi Mursid Sonsang. Usai perhitungan suara kedua calon langsung berangkulan. Selamat Bung Saman. 

Sementara pemilihan Ketua DKD PWI Provinsi Jambi muncul tiga calon yakni Buzafrizal, Ridwan Agus dan Suhaeri. Terpilih jadi ketua DKD PWI Provinsi Jambi Buzafrizal. Sebelumnya Buzafrizal juga menjabat Ketua DKD PWI Provinsi Jambi Periode 2012-2017. (JP-Asenk Lee) (Sumber: /www.jambipos-online.com)

Potret Serba Serbi Konfresprov PWI Jambi Minggu 7 Mei 2017.





(Kiri ke kanan) Archi Medes, Attan Depari (PWI Pusat), Asenk Lee Saragih.


(Kiri ke kanan) Archi Medes, Attan Depari (PWI Pusat), Asenk Lee Saragih, Merdeka S Sinaga.



Pimpinan Sidang (Suhaeri, Joni Rizal, Yunas).

Pimpinan Sidang (Suhaeri, Joni Rizal, Yunas).













Saturday, 6 May 2017

Memilih Ketua PWI Jambi di Konfercab Periode 2017-2022 di Novita Hotel Jambi



Muhtadi Putera Nusa (kiri), Saman (kanan) Sakti Alam Watir (tengah).IST


Konfercab PWI Cabang Jambi Periode 2012-2017 di Hotel Ceria Kota Jambi, Sabtu (19/5). Foto Asenk Lee Saragih.








Jambi-Mencari Ketua PWI Jambi Periode 2017-2022. Konfrensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jambi dilaksanakan Sabtu-Minggu 6-7 Mei 2017 di Novita Hotel Jambi. Kini sangat minim muncul kandidat calon untuk memimpin PWI Cabang Jambi. Namun kini baru ada satu nama yang sudah secara terang-terangan dengan slogan jumpa pers siap mencalonkan diri sebagai Ketua PWI Cabang Jambi.


Dia adalah Muhtadi Putera Nusa, Pimpinan Redaksi Jambi TV. Dia sudah mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua PWI Jambi pada Konfercab PWI yang menurut rencana akan digelar pada Mei 2017.


Satu kandidat lain yang berniat baik maju sebagai Ketua PWI Jambi adalah Saman (Pimred Jek TV). Sekretaris PWI Cabang Jambi Periode 2012-2017 ini berniat dengan dorongan anggota PWI Jambi untuk merangkul seluruh anggota PWI dan memajukan PWI secara bersama-sama, bukan individual.


Dalam jumpa pers, Kamis (9/2/2017) lalu, Muhtadi menyatakan mengusung motto "Membangun Kebersamaan untuk PWI Bangkit Menuju Jambi Tuntas". Padahal sebelumnya santer terdengar kabar bahwa Muhtadi Putera Nusa tidak akan maju di Konfercab PWI Jambi karena dirinya fokus di Partai Golkar. 


Namun keanggotaan Muhtadi Putera Nusa di Partai Golkar juga menjadi salah satu poin dipertayakan pada Konfercab PWI Cabang Jambi Periode 2012-2017 di Hotel Ceria Kota Jambi, Sabtu (19/5/2012) lalu. 


Salah satu calon kala itu, Mursid Sonsang dan salah seorang anggota peserta Konfercab, Saman meminta agar Pimpinan Sidang Konfercab dan Pengurus PWI Pusat melakukan verifikasi kedua calon karena diduga salah satunya ikut pengurus partai politik.


Muhtadi Putra Nusa saat itu memberikan keterangan bahwa dirinya tidak anggota partai politik dan dirinya meminta kalau aktif dipartai politik ada surat keputusan partai. Namun hal itu tidak ada dan selanjutnya dilakukan verifikasi oleh Pengurus PWI Pusat (Attal Depari) dan tim ferifikasi lainnya.


Dari hasil verifikasi, tidak ditemukan bahwa Muhtadi Putra Nusa aktif sebagai anggota parpol. Sehingga dilanjutkan proses pemilihan Ketua PWI Cabang Jambi antara calon Mursid Sonsang dan Muhtadi Putra Nusa. 


Seharusnya Muhtadi Putra Nusa Sudah Ketua


Pada Konfercab PWI Cabang Jambi Mei 2012 lalu, peluang besar mengarah kepada Muhtadi Putra Nusa menjadi Ketua PWI Cabang Jambi. Hingga putaran kedua pemilihan Muhtadi Putra Nusa final dengan Drs Mursid Sonsang (Ketua PWI Cabang Jambi Periode 2008-2012). Namun secara mengejutkan Muhtadi Putra Nusa mundur dari pencalonan dan akhirnya Drs Mursid Sonsang  terpilih aklamasi jadi Ketua PWI Cabang Jambi Periode 2012-2017, Minggu (20/5/2012).


Pengunduran diri Muhtadi Putra Nusa saat itu menjadi tanda tanya besar bagi pendukungnya. Tanpa ada berembuk dengan pendukung, Muhtadi Putra Nusa mundur dari pencalonan final. Sungguh politik pemilihan yang luar biasa dalam mengelabui pendukung.


Hingga kini, teka-teki mundurnya Muhtadi Putra Nusa saat pemilihan final itu belum terjawab. Ataukah saat itu ada bargaining “politik” dengan kandidat lain, hanya rumput yang bergoyang yang tahu.


Menolak Lupa Pada Konfercab Mei 2012


Mengutip berita Blog Mei 2012 lalu, Drs Mursid Sonsang (Ketua PWI Cabang Jambi Periode 2008-2012) terpilih kembali jadi Ketua PWI Cabang Jambi Periode 2012-2017, Minggu (20/5/2012). 

Mursid terpilih secara aklamasi karena rifalnya Muhtadi Putra Nusa (Pemred Jambi TV) mengundurkan diri saat akan dilakukan pemilihan usai lolos penjaringan bakal calon. 


Sementara Busyafrizal (Kepala Seksi Pemberitaan RRI Jambi) terpilih sebagai Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Jambi dalam satu putaran dengan suara terbanyak 43 suara dari tujuh nama yang muncul.


Konfrensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jambi saat itu dibuka oleh Sekda Provinsi Jambi Ir Sahrasaddin, Sabtu (19/5/2012) dan dihadiri Ketua Bidang Organissai PWI Pusat, Attal Depari, Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah dan undangan lainnya.


Proses pemilihan Ketua PWI Cabang Jambi berlangsung demokratis. Pertama dilakukan proses penjaringan bakal calon dengan memilih calon dari 139 anggota biasa PWI Cabang Jambi yang memberikan hak suara. Pimpinan Sidang Konfercab pemilihan dipimpin oleh Nalom Siadari ME (Ketua), Amir Syam (Anggota) dan Septimen (Sekretaris). 


Dalam proses penjaringan tersebut muncul lima nama dengan perolehan suara yakni Mursid Sonsang 67 suara, Muhtadi Putra Nusa 37 suara, RS Marpaung 12 suara,  Busyafrizal 22 suara dan Mardi Salmi (Alm) (Antara Jambi) hanya satu suara.


Kemudian dilanjutkan ke tahap pemilihan dua calon suara terbanyak sebagai calon yakni Mursid dan Muhtadi. Proses pemilihan baru berjalan 10 menit, Muhtadi Putra Nusa meminta waktu untuk memberikan peryataan pengunduran dirinya dari pencalonan. Suasaya Konfercab mendadak ramai dan mempertayakan alasan pengunduran Muhtadi Putra Nusa.


Menurut Muhtadi Putra Nusa saat itu, dirinya mundur untuk menjaga ketertiban Konfercab karena suara anggota terbagi dua dan persaingan sangat ketat. 

Dirinya menyesalkan desakan-desakan Saman (anggota konfercab) yang juga satu group media (Jawa Pos Group) yang ngotot dalam memberikan statemen bahwa Muhtadi pengurus parpol.


“Saya tidak mau ada pertengkaran di Konfercab karena kami sama-sama satu perusahaan dan malu menjadi tontotan. Saya sadar ada pihak-pihak yang menunggangi hal-hal itu sehingga sangat memojokkan saya dalam Konfercab tersebut,”katanya.


Sementara itu proses pemilihan Ketua DKD PWI Jambi berjalan satu putaran dengan syarat terpilih suara terbanyak. Jumlah suara pemilihan DKD berjumlah 112 pemilih dan masing-masing yang mendapat suara yakni Busyafrizal 43 suara, Nalom Siadari 40 suara, RS Marpaung 25 suara. 


Penutupan Konfercab PWI Cabang Jambi dilakukan setelah penyusunan Formatur Pengurus PWI dan DKD PWI Jambi. Konfercab ditutup dengan pengukuhan Ketua PWI Cabang Jambi terpilih dan Ketua DKD PWI Cabang Jambi terpilih. 


Ketua Penasehat PWI Jambi Daniel Sijan dan salah seorang dari tujuh pendiri PWI Cabang Jambi yang masih hidup, Akang Mahmud mengatakan, ketua PWI Jambi harus benar-benar menjalankan tugas sebagaimana yang diamanatkan dalam PDPRT.



Daniel Sijan juga berpesan kepada ketua PWI Cabang Jambi terpilih, agar terus melanjutkan pembangunan perumahan PWI Jambi yang kini prosesnya sudah 70 persen serta merangkul seluruh anggota PWI Cabang Jambi danselalu menjalin silaturahmi. 


Muhtadi Putera Nusa Deklarasikan Diri


Sementara Muhtadi Putera Nusa, Pimpinan Redaksi Jambi TV, mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua PWI Jambi pada Konfercab PWI yang menurut rencana akan digelar pada Mei 2017.


Dalam jumpa pers, Kamis (9/2/2017) itu, Muhtadi menyatakan mengusung motto "Membangun Kebersamaan untuk PWI Bangkit Menuju Jambi Tuntas". 

“Supaya ke depan PWI bisa bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten," katanya, seperti dilansir Tribunjambi.com.


Ia menyatakan, majunya sebagai calon Ketua PWI atas permintaan dan dorongan teman-temannya. “Saya maju tidak maju begitu saja. Tapi saya mampu untuk maju membangun PWI Jambi," katanya.


Ia juga menceritakan soal perjalanannya di dunia jurnalis. Berawal dari Riau di salah satu media. Ia merantau ke Provinsi Jambi juga masuk ke dunia jurnalis. Muhtadi juga menceritakan bagaimana dia banyak memimpin media di Jambi. “Intinya saya sekarang siap untuk menjadi calon Ketua PWI Jambi," ujarnya. (Asenk Lee Saragih) (Sumber: Jambipos Online.com)




Thursday, 16 March 2017

Ibunda Tercinta, Baktimu Belum Terbalas Hingga Lewat Separoh Abad Usiamu

Ibunda Anta Boru Damanik. Foto Rosenman Manihuruk
 Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas ibu ibu

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu ibu.


Mendengar Lirik Lagu “ Ibu “ yang dipopulerkan Penyanyi Legendaris Iwan Fals ini, kerap mengingatkan Saya kepada Ibunda Tercinta Anta Br Damanik yang kini masuk usia senja (75 tahun) pada 11 Nopember 2017 mendatang. Perjuangan hidup dalam mengarungi rumah tangga dengan sembilan anak tak membuatnya menyerah dalam membahagiakan keluarga, sekalipun itu dalam bentuk sederhana.

Hingga usinya 74 tahun, Ibunda Anta Br Damanik yang lahir disebuah desa kecil di Desa Urung Bayu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara ini, hingga wajah keriputnya kini masih sehat dengan kesehariannya sebagai seorang petani.

Ibunda Anta Br Damanik ini unik. Walau tinggal di desa Pinggiran Danau Toba, tepatnya di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Anta Br Damanik yang  dipersunting Berlin Manihuruk putra desa itu sejak 50 tahun silam, hingga kini tak bisa berenang. Namun demikian dia tidak takut naik kapal dan naik perahu.

Suami yang berprofesi sebagai petani dan nelayan Danau Toba, Anta Br Damanik tak menyesal menikahi Berlin Manihuruk putra asal Pinggir Danau Toba itu. Kebahagiaan keluarga itu diwujudkan dalam kebersamaan dalam keluarga sekalipun itu bukan dalam kemewahan.

Kebahagiaan itu, tampak disaat Ibunda Anta Br Damanik dan Ayahanda Berlin Manihuruk menyediakan makanan untuk makan bersama anak-anaknya saat di ladang dalam sebuah daun pisang dengan lauk (ikan asin bakar) sederhana. Walaupun makan beralaskan daun pisang, Ibunda Anta Br Damanik tetap menyertakan sayuran segar seadanya dalam hidangan bersama itu.

Bicara soal gizi, Anta Br Damanik tetap mengusahakan kepada anak-anaknya walau dengan makanan-makanan tradisional, ubi, sayuram dan air tajin pengganti susu instan.
Kartu Ucapan HUT Ke 74 Buat Ibunda Anta Br Damanik.
Dalam membina rumah tangga, Anta Br Damanik harus tinggal se rumah dengan mertuanya St Efraim Moradim Manihuruk/ Ronta Porman Br Haloho. Bahkan hingga akhir hidup kedua mertuaya, Anta Br Damanik tetap setia merawatnya. Anta Br Damanik dan suaminya Berlin Manihuruk masih menempati sebuah rumah panggung papan usang yang berdiri kokoh di Pinggir Danau Toba di Desa Hutaimbaru.

Perjalanan hidup Anta Br Damanik, yang bisa saya (Rosenman Manihuruk) anaknya ceritakan dan tuliskan, sebagai motivasi dalam menjalani pergumulan hidup dalam keterbatasan ekonomi. 

Hingga usianya 74 tahun, Anta Br Damanik masih ke ladang dan ke pekan menjual hasil kebun atau pertanian. Kebahagiaan itu terpencar saat bisa berjumpa dengan Ibunda Anta Br Damanik saat membawa cucunya pulang kampung.

Suaminya yang pernah berprofesi sebagai Petani, Nelayan, Pemburu, Tukang Potret Keliling, Guru Karate Tako, Kernet Bus, belum mampu menyanggupi kebutuhan sembilan anak-anak sejak kecil. Sehingga anak-anaknya harus belajar hidup mandiri dan berdikari dalam menggapai ilmu.

Biaya yang tak cukup untuk menyekolahkan anaknya, tak membuat Anta Br Damanik putus asa akan kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Dengan petuah dari sang mertua dan kasih sayang dari saudara suaminya, anak-anaknya bisa “mondok” bersama sembari menimba ilmu.

Puji Tuhan, dari sembilan anak (Radesman Manihuruk, Dormantuah, Fujidearman, Pindariana, Rosenman, Lamhot Parulian, Okto Jaya, Rodo Timbul dan Marolob Manihuruk) yang dikaruniakan Tuhan kepada Anta Br Damanik, empat diantaranya bisa mengecap pendidikan hingga Perguruan Tinggi, tiga tamat SMA dan Dua Tamat SMP. Tentunya itu bukan hasil perjuangan Anta Br Damanik semata dalam mencari uang untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Namun petuah dan nasehat yang selalu diberikan kepada anak-anaknya, yakni agar hidup mandiri dan tetap berjuang dalam menggapai pendidikan, adalah motivasi dari Anta Br Damanik hingga anak-anaknya tak menyerah untuk meraih pedidikan.

Mengingat perjuangan Anta Br Damanik sejak melahirkan sembilan anaknya dengan cara tradisional (Dukun Beranak) tanpa bantuan medis, membuat Saya anaknya sangat menyayanginya dan merindukannya. Sikap dan perhatian dengan Kasih yang tulus seorang Ibu kepada anaknya, benar-benar diwujudkan Anta Br Damanik hingga anak-anaknya beranjak dewasa.

Diusianya yang memasuki 75 tahun, Anta Br Damanik sudah dikarunia 15 cucu dari 7 anaknya yang sudah berkeluarga. Kini Anta Br Damanik bersama suaminya St Berlin Manihuruk tinggal berdua di kampung halaman. Walau tinggal di kampung dan hanya tamatan Sekolah Rakyat (SR) Ibunda Anta Br Damanik mampu menciptakan “Umpasa Simalungun” Pantun Simalungun.(Karya "Umpasa Simalungun")

Walau hidup dalam kekurangan ekonomi, tidak menyurutkan kedua Orang Tua Saya ini untuk rajin beribadah ke Gereja. Bahkan St Berlin Manihuruk pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Gereja di kampungnya hingga 15 tahun lamanya.

Menapaki usia yang ke 43 tahun ini, Saya anaknya belum bisa membalaskan Bakti Ibunda Anta Br Damanik. Melalui Lomba Menulis Cerita ini yang dilakukan  (http://www.elevenia.co.id/lomba-blog), semoga bisa mewujudkan sedikit hadiah untuk Ibunda tercinta berupa Kasur (www.elevenia.co.id/prd-prissilia-tempat-tidur-tokyo-bed-divans) dan Kacamata (www.elevenia.co.id/prd-kacamata-korea-leather).

Mengingat Ibunda Anta Br Damanik sejak dulu hingga kini belum merasakan tidur di atas kasur di rumah tinggalnya. Bahkan hingga usia tuanya masih setia tidur beralaskan tikar hingga kini. Penglihatannya yang tak jelas lagi, membatasi aktivitas Ibunda Anta Br Damanik dalam beraktivitas, sehingga membutuhkan kacamata.

“Tak ada lagi air mata dan kesedihan saat ini yang saya alami. Semuanya sudah usai setelah sekian lama menderita dalam mengarungi bahtera keluarga. Kebahagiaan itu kini setelah saya lihat dari anak-anak dan cucuku semua sehat-sehat diperantauan. Itulah Harta Tak Terhingga dan Kebahagiaan yang Hakiki,” ujar Anta Br Damanik saat cerita kepada Saya anaknya saat pulang kampung. Lanjutlah Usiamu Ibunda Tercinta, Hingga Kami Anak dan Cucumu Bisa Balas Budi Baktimu. Semoga. (Rosenman Manihuruk)