.

.
.

Thursday, 16 March 2017

Ibunda Tercinta, Baktimu Belum Terbalas Hingga Lewat Separoh Abad Usiamu

Ibunda Anta Boru Damanik. Foto Rosenman Manihuruk
 Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas ibu ibu

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas ibu ibu.


Mendengar Lirik Lagu “ Ibu “ yang dipopulerkan Penyanyi Legendaris Iwan Fals ini, kerap mengingatkan Saya kepada Ibunda Tercinta Anta Br Damanik yang kini masuk usia senja (75 tahun) pada 11 Nopember 2017 mendatang. Perjuangan hidup dalam mengarungi rumah tangga dengan sembilan anak tak membuatnya menyerah dalam membahagiakan keluarga, sekalipun itu dalam bentuk sederhana.

Hingga usinya 74 tahun, Ibunda Anta Br Damanik yang lahir disebuah desa kecil di Desa Urung Bayu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara ini, hingga wajah keriputnya kini masih sehat dengan kesehariannya sebagai seorang petani.

Ibunda Anta Br Damanik ini unik. Walau tinggal di desa Pinggiran Danau Toba, tepatnya di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Anta Br Damanik yang  dipersunting Berlin Manihuruk putra desa itu sejak 50 tahun silam, hingga kini tak bisa berenang. Namun demikian dia tidak takut naik kapal dan naik perahu.

Suami yang berprofesi sebagai petani dan nelayan Danau Toba, Anta Br Damanik tak menyesal menikahi Berlin Manihuruk putra asal Pinggir Danau Toba itu. Kebahagiaan keluarga itu diwujudkan dalam kebersamaan dalam keluarga sekalipun itu bukan dalam kemewahan.

Kebahagiaan itu, tampak disaat Ibunda Anta Br Damanik dan Ayahanda Berlin Manihuruk menyediakan makanan untuk makan bersama anak-anaknya saat di ladang dalam sebuah daun pisang dengan lauk (ikan asin bakar) sederhana. Walaupun makan beralaskan daun pisang, Ibunda Anta Br Damanik tetap menyertakan sayuran segar seadanya dalam hidangan bersama itu.

Bicara soal gizi, Anta Br Damanik tetap mengusahakan kepada anak-anaknya walau dengan makanan-makanan tradisional, ubi, sayuram dan air tajin pengganti susu instan.
Kartu Ucapan HUT Ke 74 Buat Ibunda Anta Br Damanik.
Dalam membina rumah tangga, Anta Br Damanik harus tinggal se rumah dengan mertuanya St Efraim Moradim Manihuruk/ Ronta Porman Br Haloho. Bahkan hingga akhir hidup kedua mertuaya, Anta Br Damanik tetap setia merawatnya. Anta Br Damanik dan suaminya Berlin Manihuruk masih menempati sebuah rumah panggung papan usang yang berdiri kokoh di Pinggir Danau Toba di Desa Hutaimbaru.

Perjalanan hidup Anta Br Damanik, yang bisa saya (Rosenman Manihuruk) anaknya ceritakan dan tuliskan, sebagai motivasi dalam menjalani pergumulan hidup dalam keterbatasan ekonomi. 

Hingga usianya 74 tahun, Anta Br Damanik masih ke ladang dan ke pekan menjual hasil kebun atau pertanian. Kebahagiaan itu terpencar saat bisa berjumpa dengan Ibunda Anta Br Damanik saat membawa cucunya pulang kampung.

Suaminya yang pernah berprofesi sebagai Petani, Nelayan, Pemburu, Tukang Potret Keliling, Guru Karate Tako, Kernet Bus, belum mampu menyanggupi kebutuhan sembilan anak-anak sejak kecil. Sehingga anak-anaknya harus belajar hidup mandiri dan berdikari dalam menggapai ilmu.

Biaya yang tak cukup untuk menyekolahkan anaknya, tak membuat Anta Br Damanik putus asa akan kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Dengan petuah dari sang mertua dan kasih sayang dari saudara suaminya, anak-anaknya bisa “mondok” bersama sembari menimba ilmu.

Puji Tuhan, dari sembilan anak (Radesman Manihuruk, Dormantuah, Fujidearman, Pindariana, Rosenman, Lamhot Parulian, Okto Jaya, Rodo Timbul dan Marolob Manihuruk) yang dikaruniakan Tuhan kepada Anta Br Damanik, empat diantaranya bisa mengecap pendidikan hingga Perguruan Tinggi, tiga tamat SMA dan Dua Tamat SMP. Tentunya itu bukan hasil perjuangan Anta Br Damanik semata dalam mencari uang untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Namun petuah dan nasehat yang selalu diberikan kepada anak-anaknya, yakni agar hidup mandiri dan tetap berjuang dalam menggapai pendidikan, adalah motivasi dari Anta Br Damanik hingga anak-anaknya tak menyerah untuk meraih pedidikan.

Mengingat perjuangan Anta Br Damanik sejak melahirkan sembilan anaknya dengan cara tradisional (Dukun Beranak) tanpa bantuan medis, membuat Saya anaknya sangat menyayanginya dan merindukannya. Sikap dan perhatian dengan Kasih yang tulus seorang Ibu kepada anaknya, benar-benar diwujudkan Anta Br Damanik hingga anak-anaknya beranjak dewasa.

Diusianya yang memasuki 75 tahun, Anta Br Damanik sudah dikarunia 15 cucu dari 7 anaknya yang sudah berkeluarga. Kini Anta Br Damanik bersama suaminya St Berlin Manihuruk tinggal berdua di kampung halaman. Walau tinggal di kampung dan hanya tamatan Sekolah Rakyat (SR) Ibunda Anta Br Damanik mampu menciptakan “Umpasa Simalungun” Pantun Simalungun.(Karya "Umpasa Simalungun")

Walau hidup dalam kekurangan ekonomi, tidak menyurutkan kedua Orang Tua Saya ini untuk rajin beribadah ke Gereja. Bahkan St Berlin Manihuruk pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Gereja di kampungnya hingga 15 tahun lamanya.

Menapaki usia yang ke 43 tahun ini, Saya anaknya belum bisa membalaskan Bakti Ibunda Anta Br Damanik. Melalui Lomba Menulis Cerita ini yang dilakukan  (http://www.elevenia.co.id/lomba-blog), semoga bisa mewujudkan sedikit hadiah untuk Ibunda tercinta berupa Kasur (www.elevenia.co.id/prd-prissilia-tempat-tidur-tokyo-bed-divans) dan Kacamata (www.elevenia.co.id/prd-kacamata-korea-leather).

Mengingat Ibunda Anta Br Damanik sejak dulu hingga kini belum merasakan tidur di atas kasur di rumah tinggalnya. Bahkan hingga usia tuanya masih setia tidur beralaskan tikar hingga kini. Penglihatannya yang tak jelas lagi, membatasi aktivitas Ibunda Anta Br Damanik dalam beraktivitas, sehingga membutuhkan kacamata.

“Tak ada lagi air mata dan kesedihan saat ini yang saya alami. Semuanya sudah usai setelah sekian lama menderita dalam mengarungi bahtera keluarga. Kebahagiaan itu kini setelah saya lihat dari anak-anak dan cucuku semua sehat-sehat diperantauan. Itulah Harta Tak Terhingga dan Kebahagiaan yang Hakiki,” ujar Anta Br Damanik saat cerita kepada Saya anaknya saat pulang kampung. Lanjutlah Usiamu Ibunda Tercinta, Hingga Kami Anak dan Cucumu Bisa Balas Budi Baktimu. Semoga. (Rosenman Manihuruk) 
  


Friday, 17 February 2017

Ezer Twopama Manihuruk Raih Juara I Lomba Bercerita Tingkat SD Se Kota Jambi

Ezer Twopama Manihuruk Kelas I SD Xaverius 2 Jelutung Kota Jambi saat tampil Pada Lomba Bercerita (Mendogeng) Tingkat SD Kelas I-II se Kota Jambi. Lomba Bercerita itu dilaksanakan di Jai Nalanda School Jambi, Jumat (17/2/2017). Foto-foto Asenk Lee Saragih.
BERITAKU-Jambi-Ezer Twopama Manihuruk Kelas I SD Xaverius 2 Jelutung Kota Jambi meraih Juara I Lomba Bercerita (Mendogeng) Tingkat SD Kelas I-II se Kota Jambi. Lomba Bercerita itu dilaksanakan di Jai Nalanda School Jambi, Jumat (17/2/2017).(Baca: Murid SD Xaverius 2 Jambi Juara I dan II Lomba Bercerita)
Foto Penyerahan Hadiah Kepada Peserta Juara Lomba Bercerita  (Mendogeng) Tingkat SD Kelas I-II se Kota Jambi. Hadiah diserahkan oleh Camat Pasar Kota Jambi Mustari Affandi S.Stp di Jai Nalanda School Jambi, Minggu 19 Februari 2017.
Cerita Anak “Ayam Betina yang Cerdik” yang dibawakan Ezer Twopama mampu ditampilkan dengan baik dihadapan Tiga Juri. Bahkan penjiwaan, ekspresi dan intonasi suara memerankan empat karakter binatang yang berbeda dalam cerita membuat Juri terpukau.

Sementara Juara II pada Lomba Bercerita (Mendogeng) Tingkat SD Kelas I-II se Kota Jambi adalah Nana Kelas IA SD Xaverius 2 Jelutung Jambi. Sedangkan Juara III oleh Aulia Br Tindaon Kelas II SD Binakasih Kota Jambi.

Pembanian Hadiah untuk para Pemenang akan dilaksanakan pada Puncak Acara Minggu 19 Februari 2019 mulai Pukul 09.00 WIB di Jai Nalanda School Jambi di Gedung Yayasan Amitabha  Jambi. Hadiahnya berupa Tabungan Emas dari Pegadaian Jambi, Tropi dan Sertifikat.

“Terimakasih kepada Ibu Siska guru TK Xaverius 2 Kota Jambi yang telah membimbing Ezer hingga SD pun masih diperhatikan untuk ikut lomba bercerita. Berkat informasi dan bimbingan Ibu Siska Ezer bisa tampil maksimal,” ujar Lisbet Sinaga ibu dari Ezer Twopama.

Menurut Panitia, peserta Lomba Bercerita Anak Tingkat SD sangat sulit dicari. Pasalnya minat anak SD untuk bercerita sangat minim sehingga sulit memunculkan kreativitas anak. Pihak Jai Nalanda School Jambi juga akan mengadakan Lombe Bercerita Anak Tingkat SD Kelas III se Kota Jambi dalam waktu dekat.

Selain lomba bercerita, Jai Nalanda School Jambi juga mengadakan lomba Menggambar dan Mewarnai Tingkat TKB-TK se Kota Jambi. Lomba ini dilaksanakan di Gedung Yayasan Amitabha  Jambi Lantai V. Peserta lomba ini diikuti hampir seratusan anak dari TKB-PAUD di Kota Jambi. (Asenk Lee Saragih)



 Foto lain KLIK Dibawah Ini

Wednesday, 8 February 2017

Inilah Foto Juara Lomba Foto Astra 2016

Juara 1. Bingung Juga Saya Secara Pribadi Melihat Foto Ini Bisa Juara I, Padahal Banyak Foto Lain yang Lebih Bagus Menurut Saya. Maaf Awam.
Juara II Memanen Eceng Gondok. Bingung Juga Apa Kaitannya Dengan Tema Astra.

Juara Favorit 1-10.



Sebagian Foto dari Top 60.

Sebagian Foto dari Top 60.

Sebagian Foto dari Top 60.

Sebagian Foto dari Top 60.

Sebagian Foto dari Top 60.


BERITAKU-Lomba Foto Astra 2016 dibuka hingga 31 Desember 2016. Peserta yang ikut lomba ini mencapai 10.837 foto. Kemudian seleksi pertama menyaring Nominasi Top 600. Kemudian Juri Menseleksi lagi menjadi Nominasi Top 60. Kemudian Memilih Juara I, II, II, Harapan I, Harapan II dan Foto Favorit 1 hingga 10. Sumber  (https://lombafotoastra.satu-indonesia.com/galeri/).


Pada kesempatan ini Saya Rosenman Manihuruk mengirimkan Foto 10 foto sebagai Partisipasi Saya Sebagai Pecinta Produk Astra. Hasil Kamera Nikon D40 yang saya beli 2008 lalu, Desember 2016 Sudah Pensiun Karena Rusak. Inilah Hasil Karya Jepretan Nikon D40 Saya Pada Lomba Foto Astra 2016. Terimakasih Astra Indonesia. Meski Tak Masuk Nominasi Tetap Mengapresiasi Lomba Foto Ini. (Rosenman Manihuruk)
ANTAR ANAK SEKOLAH: Seorang bapak mengantar dua anaknya ke sekolah bersama kuda besinya Supra-X 125R F1 (2010), di RT 15 Kelurahan Kebun Handil, Kota Jambi, Sabtu 15 Oktober 2016. Si bapak itu terpaksa menambah bangku tempel di depannya untuk bisa membawa anak bungsunya ikut mengantar dua abangnya ke sekolah. FOTO ROSENMAN MANIHURUK


ANTAR ANAK SEKOLAH: Seorang bapak mengantar dua anaknya ke sekolah bersama kuda besinya Supra-X 125R F1 (2010), di RT 15 Kelurahan Kebun Handil, Kota Jambi, Sabtu 15 Oktober 2016. Si bapak itu terpaksa menambah bangku tempel di depannya untuk bisa membawa anak bungsunya ikut mengantar dua abangnya ke sekolah. FOTO ROSENMAN MANIHURUK


Angdes Astra: Sebuah Angkutan Desa (Angdes) Merek Po Astra melintas di puncak perbukitan Desa Salbe, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu 3 Januari 2016. Angdes PO Astra itu menjadi alat transportasi warga desa di Desa Simarjarunjung Menuju Tigaras, Simalungun. Foto Rosenman Manihuruk.


BIS CEPAT: Bis Cepat Sinar Sepadan, begitulah nama alat transportasi umum merek Isuzu merajai lintasan dari Kota Pematangsiantar-Pemat

Melirik Sekitar Taman Tepian dan Pedistrian Tembuku Sijenjang


Melirik Sekitar Taman Tepian dan Pedistrian Tembuku Sijenjang, Kota Jambi, Rabu 7 Februari 2017. Foto Asenk Lee Saragih.

Melirik Sekitar Taman Tepian dan Pedistrian Tembuku Sijenjang, Kota Jambi, Rabu 7 Februari 2017. Foto Asenk Lee Saragih.
 KLIK DISINI UNTUK SELENGKAPNYA

Ketika Taman Kota Menjadi Kebutuhan Masyarakat Kota Jambi



Taman Perumnas, Kecamatan Jelutung Minggu pagi (5/2/2017).Foto Asenk Lee Saragih
Car Free Day Setiap Minggu Pagi di Kawasan Tugu Kotabaru dan Taman Jomblo. Foto Sakti Alam Watir.


Oleh: Rosenman

Semangat Pagi Penjual Burung Jambi

 Semangat Pagi Penjual Burung Jambi. Foto Asenk Lee Saragih.

Jembatan Membuka Akses Ekonomi di Tanjabtim




Jembatan Sei Pemusiran, Teluk Serdang, Tanjabtim. IST

Jembatan Sei Pemusiran, Teluk Serdang, Tanjabtim. IST

Monday, 30 January 2017

Ketika Semua Berlomba Untuk Memberdayakan Orang Rimba Jambi




Pdt COR Silaban, STh, Kepala Biro Sending HKBP (ketiga dari kiri) dan Anton Panjaitan, tokoh masyarakat (pakai jaket), menyaksikan Kepala Suku SAD, Buyung, meletakkan batu pertama pembangunan rumah tinggal pelayan Sending HKBP dan Sanggar Belajar SAD di Desa Pemayongan, Kabupaten Muaratebo, Provinsi Jambi 13 Juni 2012. Foto kanan Guru P Situmorang, perintis Sanggar Belajar dari Sending HKBP, di antara anak-anak Suku Anak Dalam di Desa Pemayongan, Kabupaten Muaratebo, Provinsi Jambi, Januari 2012.

Oleh: Rosenman Manihuruk

BERITAKU-Keberadaan Suku Anak Dalam (SAD) atau biasa dikenal dengan sebutan Orang Rimba, kini sudah mendunia. Bahkan seluruh elemen masyarakat, lembaga agama, pemerintah dan organisasi massa berlomba-lomba untuk memberdayakan masyarakat SAD dari kebodohan dan ketertinggalan.

Lembaga Gereja Hurian Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) juga ikut berpartisipasi memberdayakan masyarakat SAD di wilayah Provinsi Jambi. Pemberdayaan kedua lembaga Gereja ini dengan Misi mengajarkan menulis, membaca dan berhitung (Calinstung) dan juga soal kesehatan.

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke permukiman SAD di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Jumat (30/10/2015) sore lalu menjadi peneguhan kalau keberadaan SAD harus dilakukan secara manusiawi. Bahkan Jokowi satu-astunya Presiden RI yang kali pertama mengunjungi SAD.

Sementara Film Sokola Rimba yang menceritakan tentang perjuangan Butet (Marsaulina) Manurung (diperankan oleh Prisia Nasution) selama menjadi pengajar bagi masyarakat Suku Anak Dalam yang dikenal dengan sebutan Orang Rimba atau lebih populer dengan sebutan Orang Kubu di pedalaman hutan Bukit Duo Belas, Jambi.

Kisahnya berawal saat Butet hendak pergi mengajar lalu mendadak terkena demam malaria di tengah hutan dan diselamatkan oleh seorang anak Orang Rimba. 

Selanjutnya diketahui anak tersebut bernama Nyungsang Bungo,berasal dari Hilir Sungai Makekal yang jauh dari tempat di mana Butet mengajar yakni di hulu sungai. Bungo ini ternyata diam-diam sering mengintip kegiatan Butet ketika mengajar baca tulis bersama anak-anak Orang Rimba di hulu sungai.

Film Drama Indonesia Sokola Rimba dirilis pada 21 November 2013. Film ini dibintangi oleh Prisia Nasution dan Nyungsang Bungo. Filim Sokola Rimba mendapat Penghargaan Film Terbaik Piala Maya 2013, Pemeran Utama Wanita Terfavorit Indonesian Movie Awards 2014 dan Nominasi Pemeran Anak Terbaik Indonesian Movie Awards 2014. Filim Sokola Rimba Disutradarai oleh Riri Riza, Produser        Mira Lesmana, Pemeran               Prisia, Nasution, Rukman Rosadi, Nadhira Suryadi, Nyungsang Bungo. Distributor   Visi Lintas Films, Durasi 90 menit.

Organisasi yang sudah lama memberdayakan SAD adalah KKI Warsi. Namun seiring perjalanan waktu, lembaga lain juga ikut memberdayakan SAD untuk kebaikan. Butet Manurung adalah salah satu Guru SAD yang berbakti untuk SAD sejak lama.

Melalui Yayasan Sinalsal, GKPS juga memberdayakan SAD di Kabupaten Sarolangun, Merangin empat tahun terakhir ini. Bahkan GKPS menempatkan empat orang tenaga pengajar relawan (Guru) untuk SAD di sana. Bahkan juga ada ditempatkan Pendeta untuk memberdayakan SAD.

Melalui Yayasan Sinalsal, GKPS juga memberdayakan SAD di Kabupaten Sarolangun, Merangin empat tahun terakhir ini. Bahkan GKPS menempatkan empat orang tenaga pengajar relawan (Guru) untuk SAD di sana. Bahkan juga ada ditempatkan Pendeta untuk pemberdayaan mereka.
Sementara Biro Sending Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah membuka sanggar belajar untuk SAD atau komunitas Orang Rimba di Desa Pemayongan, Tebo, Provinsi Jambi sejak tahun 2010 lalu. Program tersebut menorehkan bahwa HKBP juga peduli dengan insan sesama, khususnya suku terpencil di pedalaman Provinsi Jambi.

Pdt Bernat Siagian MTH per

Tuesday, 17 January 2017

Selamat Ulang Tahun Ke 7 Ezer Twopama & Rodo Timbul HJ Saragih Manihuruk

HUT KE 7
HUT KE 35
BERITAKU-Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada Senin 16 Januari 2017, Putra kedua kami Ezer Twopama Manihuruk genap berusia 7 Tahun ( 16 Januari 2010- 16 Januari 2017) dan Adek Kami Rodo Timbul HJ Saragih Manihuruk juga genap berusia 35 Tahun (16 Jan 1982-16 Jan 2017).

Dalam mensyukuri usia ditambahkan Tuhan itu, Kami membuat acara sederhana makam malam bersama di rumah. Dengan upaya yang dibuat kedua orang tua Ezer (Rosenman Manihuruk/ Lisbet Br Sinaga) dibuatkan "Panggang Dayok Binatur", kuliner Khas Adat Simalungun sebagai hadiah spesial.

Untuk menunya hanya menyajikan Ikan "Burbur Nila" kuliner Tepi Danau Toba (Hutaimbaru). Acara dihadiri keluarga terdekat saja. Makan malam bersama dengan gembira dan nikmat sederhana. 

"Selamat Ulang Tahun Anak Kami Ezer Twopama...Walau tanpa hadiah, semoga ulang tahunmu memiliki makna mendalam. Maaf anakku baru ini yang bisa kami berikan padamu Bang Ezer Twopama," ujar Br Lisbet Sinaga.

Sementara perayaan Ulang Tahun Rodo Timbul Saragih juga dirayakan sederhana di Studio radio Mora Sumut Pematangsiantar, Senin 16 Januari 2017 malam. Suguhan kue ulang tahun dari kerabat satu pekerjaan dengan Rodo Timbul Saragih Manihuruk. "Selamat Ulang Tahun Ambia, Enteng Jodoh, Murah Rezeki, Tambah Sehat-Sehat. Pesan Iman di Efesus 6:1-9," kata Asenk Lee saragih. (Lee) 

Onel dan Ezer di Lippo Plaza Matahari Jambi Beli Donat Kue HUT Ezer Twopama Ke 7, Senin 16 Januari 2017.

Onel dan Ezer di Lippo Plaza Matahari Jambi Beli Donat Kue HUT Ezer Twopama Ke 7, Senin 16 Januari 2017.

Onel dan Ezer di Lippo Plaza Matahari Jambi Beli Donat Kue HUT Ezer Twopama Ke 7, Senin 16 Januari 2017.

Onel dan Ezer di Lippo Plaza Matahari Jambi Beli Donat Kue HUT Ezer Twopama Ke 7, Senin 16 Januari 2017.
Hadiah Spesial "Panggang Dayok Binatur" di HUT Ke 7 Ezer Twopama Manihuruk.

Syukuran Sederhana HUT EZER & Yova Br Karo-karo KE 7 di Rumah Ezer Senin 16 Januari 2017 Malam.


 FOTO LAINNYA KLIK DI SINI